Selasa, 08 Agustus 2023

Jurnal Penerimaan Kas atau Pembayaran Lebih

Menerima pembayaran sebesar Rp5.000.000,- atas penjualan sebesar Rp4.959.990,- pada tanggal 1 Juni.

1 Juni:
(D) Kas Rp5.000.000,-
    (K) Pendapatan Penjualan Rp4.959.990,-
    (K) Selisih Kas Rp40.010,-

Akun Selisih Kas dengan saldo pada kredit maka setara dengan Pendapatan Lain-lain (Laba Rugi).

Pada tanggal 15 Juli pelanggan menghubungi untuk mengembalikan kelebihan pembayaran atas tanggal 1 Juni, dan dilakukan pengembalian pada hari itu juga.
15 Juni:
(D) Selisih Kas Rp40.010,-
    (K) Kas Rp40.010,-

Jika pada tanggal 15 Juli pelanggan melakukan pembelian sebesar Rp5.000.000,- dengan menggunakan selisih kas atas tanggal 1 Juni.
15 Juni:
(D) Kas Rp4.959.990,-
(D) Selisih Kas Rp40.010,-
    (K) Pendapatan Penjualan Rp5.000.000,-

Senin, 07 Agustus 2023

Definisi Varians Harga Jual

Apa yang dimaksud dengan Varians Harga Jual?

Varians Harga Jual adalah perbedaan antara pendapatan yang sebenarnya dan yang diharapkan yang disebabkan oleh perubahan dalam harga suatu produk atau layanan. Pendapatan yang diharapkan untuk setiap unit produk atau penjualan ini dikembangkan oleh para manajer penjualan dan pemasaran, dan didasarkan pada perkiraan mereka tentang permintaan masa depan terhadap produk dan layanan ini, yang pada akhirnya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi umum dan tindakan para pesaing. Pendapatan yang diharapkan ini juga bisa dipengaruhi oleh strategi penetapan harga bisnis, yang bisa melibatkan pendekatan harga mahal atau harga penetrasi. Jika harga sebenarnya lebih rendah dari harga yang dianggarkan, hasilnya mungkin menguntungkan bagi perusahaan, asalkan penurunan harga mendorong permintaan sehingga perusahaan menghasilkan laba tambahan.

Cara Menghitung Varians Harga Jual

Untuk menghitung Varians Harga Jual, hitung selisih antara harga yang dianggarkan untuk suatu item dengan harga aktualnya, lalu kalikan dengan jumlah unit yang sebenarnya terjual. Rumusnya adalah sebagai berikut:

(Selisih harga aktual dan harga yang dianggarkan) x Jumlah unit terjual aktual = Varians Harga Jual

Jika selisihnya tidak menguntungkan, artinya harga aktual lebih rendah dari yang dianggarkan. Sebaliknya, jika selisihnya menguntungkan, berarti kondisinya terbalik.

Contoh Varians Harga Jual

Manajer pemasaran PT. Maju Jaya memperkirakan bahwa perusahaan dapat menjual dompet katun seharga Rp80.000 per unit selama tahun mendatang. Estimasi ini berdasarkan permintaan historis terhadap dompet katun. Namun, selama paruh pertama tahun baru, harga dompet katun mengalami penurunan drastis karena ada pemasok baru di kota tetangga yang menawarkan dompet katun dengan harga lebih rendah. PT. Maju Jaya kemudian terpaksa menurunkan harga menjadi Rp70.000 agar dapat bersaing, dan berhasil menjual 20.000 unit selama periode tersebut. Varians Harga Jual yang terjadi selama paruh pertama tahun ini adalah:

(Rp70.000 Harga aktual - Rp80.000 Harga yang dianggarkan) x 20.000 unit = Varians Harga Jual sebesar Rp200.000.000

Asumsi Aliran Biaya Rata-Rata Tertimbang (Weighted-average Cost)

Apa yang dimaksud dengan Asumsi Aliran Biaya Rata-Rata Tertimbang?

Asumsi aliran biaya rata-rata tertimbang adalah metode penghitungan biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya kepada persediaan dan biaya barang yang terjual. Dalam pendekatan ini, biaya total barang yang tersedia untuk dijual dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi dalam periode, sehingga diperoleh biaya rata-rata per unit. Nilai tersebut kemudian diterapkan pada unit-unit yang terjual dalam periode serta unit-unit yang tersisa dalam stok. Metode ini hanya digunakan dalam situasi di mana sistem persediaan periodik diterapkan.

Perbedaan antara Tenaga Kerja Langsung dan Tenaga Kerja Tidak Langsung

Apa itu Tenaga Kerja Langsung?

Tenaga kerja langsung mencakup semua tenaga kerja yang fluktuasinya tergantung pada volume produksi. Hal ini umumnya hanya mencakup orang-orang yang bekerja secara langsung dalam proses perakitan atau mengoperasikan mesin produksi.

Apa itu Tenaga Kerja Tidak Langsung?

Tenaga kerja tidak langsung merujuk pada segala jenis tenaga kerja yang bersifat mendukung dan pengawasan, seperti pekerjaan kebersihan, pemeliharaan, administratif, dan karyawan manajemen. Tenaga kerja tidak langsung cenderung lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi volume produksi, karena mewakili biaya tetap yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis pada berbagai tingkat aktivitas.

Perbandingan Tenaga Kerja Langsung dan Tenaga Kerja Tidak Langsung

Perbedaan mendasar antara tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung adalah bahwa hanya tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam produksi barang dan jasa yang dapat dikategorikan sebagai tenaga kerja langsung. Sementara itu, semua bentuk tenaga kerja lainnya secara otomatis dianggap sebagai tenaga kerja tidak langsung. Pengkategorian ini memiliki konsekuensi penting dalam akuntansi, karena perlakuan akuntansi kedua jenis tenaga kerja ini berbeda. Detail akuntansi dijelaskan di bawah ini.

Akuntansi untuk Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung diatribusikan kepada seluruh unit yang diproduksi selama periode pelaporan. Dasar perhitungan biaya ini adalah jumlah jam kerja yang benar-benar digunakan dalam proses produksi.

Akuntansi untuk Tenaga Kerja Tidak Langsung (Pabrik)

Biaya tenaga kerja tidak langsung dalam pabrik dialokasikan ke dalam suatu kelompok biaya, yang kemudian di alokasikan ke unit-unit yang dihasilkan selama periode pelaporan. Tingkat kompleksitas alokasi bervariasi, dan seringkali beberapa kelompok biaya digunakan, masing-masing dengan metodologi alokasi yang berbeda. Sebagai contoh, kelompok biaya untuk biaya real estat bisa mengumpulkan biaya sewa pabrik, yang kemudian dialokasikan berdasarkan jumlah luas yang digunakan. Sementara itu, kelompok biaya lain untuk biaya pemeliharaan bisa mengumpulkan biaya tenaga kerja pemeliharaan dan biaya peralatan, lalu dialokasikan berdasarkan jam kerja mesin yang digunakan.

Akuntansi untuk Tenaga Kerja Tidak Langsung (Administratif)

Biaya tenaga kerja tidak langsung dalam fungsi administratif diakui sebagai beban dalam periode ketika biaya tersebut dikeluarkan. Biaya ini tidak pernah dicatat sebagai aset dalam neraca.

Minggu, 06 Agustus 2023

Definisi Prive

Apa yang dimaksud dengan Prive?

Prive adalah proses pengalihan uang tunai dari suatu bisnis. Pengalihan uang tunai ini mengurangi jumlah ekuitas yang tersisa dalam bisnis, namun tidak memiliki dampak terhadap profitabilitas entitas. Prive dapat terjadi ketika suatu organisasi memiliki kelebihan kas, atau ketika pemilik membutuhkan dana secara pribadi dengan mendesak.

Hanya struktur Perseroan Komanditer/CV dan kepemilikan tunggal yang mengizinkan prive semacam ini. Transfer uang tunai kepada seorang investor dalam suatu Perseroan Terbatas/PT akan mengakuinya sebagai pembayaran dividen.

Definisi Alokasi Pajak Antar Periode

Apa yang Dimaksud dengan Alokasi Pajak Antar Periode?

Alokasi pajak antar periode merujuk pada perbedaan sementara yang terjadi akibat dampak kebijakan pajak terhadap pelaporan keuangan suatu bisnis dan pelaporan keuangan normal sesuai dengan standar akuntansi, seperti GAAP atau IFRS. Sebagai contoh, Internal Revenue Service mungkin menetapkan periode penyusutan khusus untuk aset tetap, sementara kebijakan akuntansi internal bisnis menentukan periode yang berbeda. Perbedaan ini bersifat sementara, karena pada akhirnya aset akan sepenuhnya disusutkan untuk tujuan pajak dan akuntansi. Selama periode perbedaan sementara ini, terjadi alokasi pajak antar periode.

Ada empat jenis transaksi yang dapat menyebabkan perbedaan sementara, yaitu:

  • Pengakuan tertunda atas penghasilan yang kena pajak
  • Pengakuan dipercepat atas penghasilan yang kena pajak
  • Penundaan pengakuan biaya untuk tujuan perpajakan
  • Pengakuan dipercepat atas biaya untuk tujuan perpajakan

Sebagian besar bisnis akan memiliki serangkaian perbedaan sementara yang pada akhirnya akan diselesaikan, yang berarti akan selalu ada jenis alokasi pajak antar periode. Akuntan pajak harus menjaga catatan mengenai jumlah item rekonsiliasi ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyusun laporan pajak.

Terdapat berbagai pandangan mengenai jumlah alokasi pajak antar periode yang harus diakui. Di satu sisi ekstrim, jumlah beban pajak penghasilan yang diakui sama persis dengan jumlah pajak penghasilan saat ini, yang berarti tidak ada alokasi. Pendekatan berlawanan adalah mengalokasikan dampak pajak dari semua perbedaan sementara, tanpa mempertimbangkan kemungkinan pembalikan. Pendekatan tengah adalah mengalokasikan hanya perbedaan-perbedaan yang kemungkinan akan dibalikkan dalam waktu dekat.

BE4.2 (LO2) Brisky Corporation had net sales of $2,400,000 and interest revenue of $31,000 during 2019.

BE4.2 (LO2) Brisky Corporation had net sales of $2,400,000 and interest revenue of  $31,000 during 2019. Expenses for 2019 were cost of goo...